Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Juni 2017

Renungan Setelah Ramadhan 1438 H

Assalamu'alaikum wr... wb..

Ibarat anak panah, dimundurkan untuk melesat jauh ke depan

Pernahkah kamu mengalami suatu keadaan yang membuat hidupmu seperti ditarik mundur, jauh dari harapan?

Pernahkah kamu melihat orang-orang yang dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran?

Pernahkan melihat atau merasakan bahwa orang-orang yang pernah kau lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil?

Kita seperti anak panah di tangan Allah Swt ......!!!!!

Ada masa-masa anak panah itu melesat cepat terlepas dari busurnya menuju sasaran yang dimaksud

Ada masanya anak-anak panah itu harus istirahat dalam kantong-Nya. Namun di saat yang diperlukan, anak panah itu akan dipasang dalam busur-Nya ditarik ke belakang.

Jika kau seperti dalam keadaan yang mundur, bersabarlah. Mungkin Allah tengah meletakkanmu di busur-Nya.

Menarikmu jauh-jauh ke belakang, agar di saat kau dilepaskan, kau memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai sasaran.

Jadilah seseorang yang baik, yang mendampingi di saat yg lain tengah “dimundurkan” karena dengan demikian kau ikut menjaganya agar tak sampai putus asa dan terkulai.

Kamu, aku, dia, mereka, kita adalah anak-anak panah di tangan Allah swt.

*Semangat sedekah extrem dan sedekah tidak wajar Niscaya dan pasti pasti balasan dari Allah Swt juga extrem dan tidak wajar pula *

*Niscaya dan Pasti Pasti bermanfaat*

Kamis, 15 Juni 2017

Hari jumat barokah

*Assalamualaikum*

�� *SEMUA AKAN MENJADI MASA LALU...... KECUALI SEDEKAH EXTREM DAN SEDEKAH TIDAK WAJAR AKAN MENGHANTARKAN KITA KE PERMADANI SURGA NYA ALLAH SWT .........*

��Jika derita, pada akhirnya akan menjadi masa lalu... Maka mengapa harus tenggelam dalam kesedihan?

❤Bukankah KETEGARAN akan lebih indah dikenang nantinya?

��Jika kesedihan, pada akhirnya akan menjadi masa lalu... Maka mengapa tidak dinikmati saja?

❤Bukankah ratapan tidak akan merubah apa-apa?

��Jika luka dan kecewa, pada akhirnya akan menjadi masa lalu... Maka mengapa ia dibiarkan meracuni jiwa?

❤Bukankah KETABAHAN dan KESABARAN lebih utama?

��Jika kebencian dan kemarahan, pada akhirnya akan menjadi masa lalu... Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa?

❤Bukankah MENAHAN DIRI lebih berpahala?

��Jika kesalahan, pada akhirnya akan menjadi masa lalu... Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya?

❤ Bukankah BERTOBAT lebih utama?

��Jika harta, pada akhirnya akan menjadi masa lalu... Maka mengapa ingin memilikinya sendiri?

❤ Bukankah KEDERMAWANAN akan melipatgandakannya?

��Jika kepandaian, pada akhirnya akan menjadi masa lalu... Maka mengapa membusungkan dada dan membuat kerusakan di dunia?

❤Bukankah manusia adalah pemimpin dan akan di mintai pertanggung jawaban kelak di akhirat?

��Jika cinta, pada akhirnya akan menjadi masa lalu... Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama?

❤ Bukankah MEMBERI /SEDEKAH akan lebih banyak menuai arti?

��Jika bahagia, pada akhirnya akan menjadi masa lalu... Maka mengapa mesti dirasakan sendiri?

❤ Bukankah BERBAGI SEDEKAH akan membuat lebih bermakna?

��Jika hidup, pada akhirnya akan menjadi masa lalu... Maka mengapa diisi dengan kesia-siaan belaka?

❤Bukankah begitu banyak KEBAIKAN SEDEKAH bisa dicipta?

��Jika pada akhirnya semua itu akan menjadi masa lalu... Maka mengapa tidak kita UKIR dengan KENANGAN SEDEKAH EXTREM DAN SEDEKAH TIDAK WAJAR yang TERBAIK dan TERINDAH?

❤Bukankah suatu hari nanti, akan begitu INDAH saat kita membicarakannya dan saling bercerita tentang apa yang telah dilakukan di masa lalu?.

��Niscaya suatu hari nanti, disaat itu semua menjadi masa lalu, kita pasti ingin ada diantara mereka yang masuk surga nya ALLAH SWT dan duduk duduk ber cengkrama di dalam surga nya ALLAH SWT diatas permadani sambil bercengkrama tentang apa yang dilakukan dimasa lalu, hingga mereka juga mendapatkan keindahan itu dan *itu semua bisa terjadi bukan karena Kehebatan kita tapi karena ALLAH SWT telah memudahkan semua perjalanan hidup kita di dunia wasillah nya kita melaksanakan SEDEKAH EXTREM DAN SEDEKAH TIDAK WAJAR kepada ALLAH SWT NIAT NYA IKLAS SEMATA KARENA RIDHO ALLAH SWT������

Selasa, 30 Mei 2017

MENGEJAR PESAWAT ? Atau MENGEJAR SHOLAT

Assalammualaikum

Teman-teman, Bagi Anda yang mungkin pernah bepergian menggunakan pesawat udara, Satu jam sebelum keberangkatan, kita harus sudah check in dan standby di ruang tunggu.

Di bandara, sering saya melihat hampir semua orang melangkah cepat, bahkan ada yang berlarian karena takut ketinggalan pesawat.

Semua orang rela bangun lebih pagi dari biasanya agar tidak ketinggalan pesawat. Apa yang menjadi alasan orang-orang ini takut ketinggalan pesawat? Jawaban rata-rata adalah soal uang.

Mereka tidak ingin tiketnya hangus begitu saja. Mereka beralasan karena ada rapat penting yang tidak bisa ditunda, keperluan keluarga, dan sebagainya. Namun, rata-rata beralasan karena takut tiketnya hangus.

Saya mencoba bercermin pada diri sendiri yang terkadang terlibat dalam kegiatan ‘mengejar pesawat’ karena takut tiket hangus. Saya berpikir, apakah perjuangan saya untuk mengejar sholat sudah sebesar ini?

Apakah saya rela bersiap 2 jam sebelum waktu sholat karena takut pahala sholat tepat waktu saya hangus? Mungkin ini juga bisa jadi bahan renungan untuk kawan-kawan semua.

Padahal, berapa sih harga tiket? Apalagi sekarang harga tiket pesawat sudah semakin murah.

Bahkan saya sering dapat tiket promo dengan kisaran harga 300 – 500 ribu. Tentunya harga segitu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nilai pahala sholat. *Tapi nyatanya?*

Perjuangan kita mempertahankan tiket lebih besar dibanding-kan dengan perjuang-an untuk sholat tepat waktu. Kalo tiket hangus, galaunya luar biasa. Cerita ke semua orang, update status di social media.

Sedangkan saat tertinggal sholat berjamaah ? Biasa aja tuh. Innalillahi..

Rasulullah bersabda :

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim No.725)

Berdasarkan hadits tersebut, Rasulullah dengan tegas menga-takan *betapa mahal-nya ‘harga’ dari sholat dua rakaat sebelum sholat subuh atau yang kita kenal dengan sholat sunnah Fajr.*

Bahkan sholat tsb lebih baik dari dunia dan seluruh isinya. *Tapi apakah kita menyesal saat sholat Fajr kita hangus ?*

Relakah kita bangun lebih awal demi mengejar sholat sunnah Fajr seperti saat kita mengejar pesawat karena takut tiket kita hangus ?

Tentunya hal ini harus benar-benar jadi renungan bagi kita.

Selain hadits yang menjelaskan tentang betapa mahalnya sholat Fajr,

Rasulullah juga pernah bersabda :

“Barangsiapa kehilangan shalat Ashar, seolah-olah ia kehilangan keluarga dan hartanya.” (HR. Muslim)

Dalam hadits tersebut, Rasulullah menjelaskan ‘harga’ dari sholat Ashar.

Begitu mahalnya nilai sholat Ashar,

*Rasulullah sampai mengumpamakan bahwa seseorang yang sholat  Asharnya ‘hangus’, maka ia seolah-olah telah kehilangan keluarga dan hartanya*. Subhanallah..

*NISCAYA kita dapat lebih menghargai Sholat Lima Waktu*

Minggu, 28 Mei 2017

Bersyukur

Bapak dan Ibu yang dimuliakan Allah swt, kita memasuki hari kedua Puasa Ramadhan, bulan yang penuh Rahmat bagi Umat Nabi Muhammad, Bulan yang baik untuk kita syukuri, syukuri bahwa kita masih diberi umur untuk bertemu dengan Bulan Ramadhan dan menjalankan ibadah2 di bulan suci ini.

Apa saja yang patut kita syukuri sih ...?

Mengapa kita mengeluh ?

Kalau kita mau jujur, keluhan hanya muncul ketika kita fokus pada apa yang tidak kita miliki, betul kan?  Nggak punya idung mancung, nggak punya rumah besar, nggak punya baju branded, nggak punya anak cowok, nggak punya badan kurus, akhirnya ngeluh mulu.

Dan rasa iri timbul ketika kita fokus pada nikmat yang diperoleh orang lain, bukan nikmat yang ada pada diri kita.

Orang yang belum nikah, iri pada yang sudah nikah. Yang belum hamil, iri pada yang punya anak. Yang punya anak banyak, iri sama yang belum nikah dan masih bebas.  Aiiih... Lingkaran setan yang hanya bisa diputus dengan rasa ikhlas dan syukur.

Padahal yang bisa kita syukuri ada sangat sangat banyak:

1. Tubuh yang masih bisa berfungsi normal

Jantung yang berdetak dengan gratis. Mata yang bisa melihat sempurna. Otak yang bisa berpikir. Mulut yang bisa bicara. Kaki yang bisa berjalan. Perut yang bisa mencerna. Darah yang lancar mengalir.

Jangan sampai baru bisa bersyukur setelah Allah timpakan asam urat di kaki, katarak di mata, meningitis di otak, peredaran darah tersumbat. Baru deh sadar bahwa bertahun-tahun ini kita dilimpahi banyak nikmat kesehatan.

Bukannya mau nakut-nakutin, tapi ini ciyus loh, biasanya orang yang lupa bersyukur dan kebanyakan ngeluh, suatu saat bakalan Allah cabut nikmatnya. Jadi, buat yang hobi ngeluh... Siap-siap aja yaa!

2. Keluarga

Kalau masih punya orangtua, punya adik-kakak (se-menyebalkan apapun mereka), punya suami, punya anak, cucu, syukurilah nikmat memiliki keluarga!

Sadari bahwa pada diri mereka, kita punya kesempatan mendapat tambahan pahala.

Belum lagi kalau punya keluarga di luar yang kandung, misalnya keluarga se-pengajian seperti RDAY, keluarga di kantor, dan keluarga lainnya yang memperhatikan dan menyayangi kita.

Itu adalah nikmat Allah yang luar biasa, jangan diabaikan! Syukurilah sebelum mereka semua Allah bikin pergi meninggalkan kita karena terlalu sibuk ngeluh!

3. Keburukan yang tidak terjadi

Bayangkan... Dari sekian banyak kasus begal, kita tidak termasuk menjadi korban, padahal pulang malem terus. Dari sekian banyak kecelakaan pesawat, kita selalu mendarat dengan selamat.

Dari sekian banyak kecelakaan mobil, motor, kita belum pernah ketabrak sampai parah. Dari sekian banyak kasus kebakaran, rumah kita dan keluarga tidak termasuk menjadi korban.

Bukankah ini juga merupakan nikmat yang harus disyukuri? Mengapa kita menganggap hal ini biasa-biasa saja dan memang sudah seharusnya?

4. Nikmat sebagai muslim

Nikmat iman dan Islam adalah nikmat yang terbesar. Sudahkah kita bersyukur karena masih bisa mendirikan shalat berjamaah dengan bebas? Sementara ada orang di belahan dunia sana yang harus shalat sembunyi-sembunyi.

Terlalu banyak yang bisa disyukuri, dan nyaris tidak ada yang pantas dikeluhkan, kecuali sifat mengeluh yang ada dalam diri kita.

Mari berdoa, Niscaya Allah Swt menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur. Yang selalu bisa melihat ada bunga cantik di tengah ilalang, yang selalu bisa menyadari adanya berlian di antara gunungan sampah, yang selalu bisa melihat kebaikan di tengah ribuan keburukan. Bukan sebaliknya.

Niscaya, Allah jauhkan kita dari sifat mengeluh, yang selalu merasa kurang walaupun telah memiliki segala yang diperlukan, yang selalu dengki pada kenikmatan orang lain dengan membicaraknnya, yang selalu minder dengan apa yang Allah beri untuk diri kita.
Aamiin

Rabu, 01 Maret 2017

KAMIS BAROKAH

*MENGAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI?*
Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

*MENGAPA ORANG BAIK KERAP TERTIPU?*
Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.

*MENGAPA ORANG BAIK ACAP DINISTA?*
Karena orang baik tak pernah mau membalas. Ia hanya menerima, meski bukan dia yang memulai perkara.

*MENGAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA?*
Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu masa Allah taala akan mengganti kesabarannya.

*MENGAPA ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA?*
Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, Allah SWT- lah hakikatnya. Jika Allah SWT menggiringnya, bagaimana ia akan mendebat kehendak-NYA itu sebabnya orang baik tak memiliki lemari dendam dalam kalbunya… Jika kau buka laci- laci di hatinya, akan kau temukan hanya Cinta & Kasih yang dimilikinya.

_*IBARAT PERUMPAMAAN TANAMAN MAKA KITA HARUS MENANAM TANAMAN YANG JENIS TANAMAN NYA CINTA KASIH KARENA BUAH DARI TANAMAN CINTA KASIH ADALAH BERKAH DARI ALLAH SWT*_

*NISCAYA kita termasuk orang yang selalu menanam tanaman cinta kasih biar hasil buah nya Berkah Allah SWT*

Senin, 09 Januari 2017

DUNIA KU DI JAMIN, AKHIRAT KU TIDAK DI JAMIN*

��(وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا)

Dan tidak ada suatu makhluk pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya [Surat Hud 6]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah ta’ala mengabarkan bahwasanya Dia Yang menjamin akan rezeki seluruh makhluk, dari seluruh binatang melata di bumi, besar kecil dan daratan atau lautannya.” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim, pada ayat di atas).

*Allah Arrozaaq ( الرزاق) Dzat Yang Memberi Rizqi*

☝Dalam ayat di atas,  Allah kabarkan bahwa Allah jamin rizqi kita.

Rizqi itu terbagi dua
*1. Rizqi dunia*
*2. Rizqi akhirat*

_Yang dijamin rizqi apa?_
*yang dijamin rizqi dunia*

_Lalu apa rizqi dunia itu?_
*yaitu kebutuhan pokok manusia untuk menjalani kehidupan di dunia dan perkara yang berkaitan dengan dunia.*

_Apa ada rizqi yang tidak di jamin?_
*Ada, yang tidak di jamin adalah rizqi akhirat*

_Lalu apa rizqi akhirat itu?_
*yaitu Allah tidak jamin kita masuk syurgaNya dan Allah tidak jamin kita selamat dari nerakaNya.*

_Maka rizqi mana yang harus kita kejar, rizqi dunia atau rizqi akhirat?_
  Jawabannya ada dua,
jawaban kenyataan hidup dan jawaban hakikat hidup

Jawabannya:

1⃣ *kenyataan hidup adalah yang di lakukan kebanyakan manusia, mereka mencari Rizqi dunia dengan menghabiskan waktu dan umur mereka.*

"Seperti istilah banting tulang mencari dunia"

*Padahal rizqi dunia itu di jamin Allah, kenapa ya koq di kejar kejar! *

✒Rasulullah shalallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda:

_karena sesungguhnya setiap yang yang bernyawa tidak akan pernah mati sampai dia menyempurnakan rezekinya, meskipun kadang terlambat datang untuknya. (HR. Ibnu Majah)._

2⃣ *Jawaban hakikat adalah pada hakikat nya tujuan hidup manusia untuk mencari rizqi akhirat yaitu masuk syurga dan di jauhkan dari neraka.*

_Lalu kenapa banyak orang yang ga cari rizqi akhirat, padahal rizqi akhirat tidak di jamin?_

_Lalu apa sikap kita?_

A Hasan Al Bashri rahimahullah pernah ditanya: “Apa Rahasia di dalam zuhudmu di dalam dunia?” Beliau menjawab,

علمت بأن رزقي لن يأخذه غيري فاطمئن قلبي له , وعلمت بأن عملي لا يقوم به غيري فاشتغلت به , وعلمت أن الله مطلع علي فاستحيت أن أقابله على معصية , وعلمت أن الموت ينتظرني فأعددت الزاد للقاء الله

“*Aku telah mengetahui bahwa rezekiku tidak akan pernah ada yang mengambilnya selainku, maka tenanglah hatiku untuknya,*

*dan aku telah mengetahui bahwa ilmuku tidak akan ada yang melaksanakannya selainku, maka aku menyibukkan diri dengannya,*

*aku telah mengetahui bahwa Allah mengawasiku, maka aku malu berhadapan dengannya dalam keadaan maksiat,*

*aku telah mengetahui bahwa kematian menghadangku, maka aku telah siapkan untuk bekal bertemu dengan Allah.”*

*Maka carilah rizqi yang tidak di jamin untuk mu, dan tenang lah terhadap rizqi yang telah di jamin untuk mu*

Semoga Bermanfaat..
Barakallah..........

Kamis, 05 Januari 2017

* LIHATLAH SEJENAK HUBUNGAN PERTEMANAN KITA*


Apakah engkau memiliki banyak sahabat..? Banyak pertemanan..?
Berapakah jumlah yang engkau miliki..?
5 orang..?
20 orang..?
30 orang..?
Atau 100 orang..?
Atau bahkan hingga lebih 1000 orang..?

* Saudaraku sebanyak apapun teman yang engkau miliki, atau yang engkau akrab dengan mereka, tetapi JIKA :

Tidak ada satupun yang
mengajakmu dalam
kebaikan.

Tidak satupun yang
mengajakmu serta
mengingatkanmu
"hijrah" kearah yang
lebih baik.

*Tidak satupun yang
mengajakmu mengenal
sunnah-sunnah Nabi
shalallahu alaihi
wasallam yang
disampaikan dalam
riwayat hadits-hadits
shohihnya.
Tidak satupun yang
mengajakmu berangkat
ke kajian untuk
menuntut ilmu agama.
Tidak satupun
mengingatkanmu untuk
menegurmu agar
menunaikan
sholat.

Bahkan tidak satupun
yang mengajakmu ingat
kepada Allah.

Jika benar demikian, ketahuilah wahai saudaraku bahwa persahabatan kalian sebenarnya dalam kondisi yang tidak baik, meskipun kalian memandangnya baik (baik itu dengan alasan hobi, kesenangan dan lainnya), karena persahabatan tersebut hakikatnya hanya akan menjadikan permusuhan bagi kalian di hari kiamat!

Allah berfirman :

ﺍَﻟْﺎَﺧِﻠَّﺎۤﺀُ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍۢ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﻟِﺒَﻌْﺾٍ ﻋَﺪُﻭٌّ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘِﻴْﻦَ
"Teman-teman karib pada hari itu (kiamat) nanti saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." (Qs. Az-Zukhruf 67)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata :

"Bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah, inilah yang kekal selamanya." (Tafsir Ibnu Katsir) .

. Maka jika hubungan persahabatan yang tidak didasari oleh niat cinta karena Allah, dimana didalamnya tidak ada saling menasehati karna Allah, tidak ada saling mengajak hijrah kembali dijalan Allah.. maka kelak pada hari kiamat nanti hal itu hanya akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan
Karena yang hanya akan kekal sampai hari kiamat kelak adalah persahabatan yang dimana isinya saling menasehati, saling mengingatkan dalam ketakwaan dan saling mengajak kembali ke jalan Allah.
Dan itulah persahabatan yang tidak pernah akan ada kerugian didalamnya.

Allah berfirman :

ﻭَﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ ‏( ١ ‏) ﺍِﻥَّ ﺍﻟْﺎِﻧْﺴَﺎﻥَ ﻟَﻔِﻲْ ﺧُﺴْﺮٍ ‏( ٢ ‏) ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺍٰﻣَﻨُﻮْﺍ ﻭَ ﻋَﻤِﻠُﻮﺍ   ﻭَﺗَﻮَﺍﺻَﻮْﺍ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﺗَﻮَﺍﺻَﻮْﺍ ﺑِﺎﻟﺼَّﺒْﺮِ ‏( ٣ )
"(1) Demi masa. (2) Sungguh, manusia berada dalam kerugian, (3) KECUALI orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (Qs. Al-'Asr 1-3)

Saudaraku, mari segera kita perbaiki lingkungan pertemanan kita, carilah lingkungan yang baik (yang sholih dan sholihah)..

* Yang selalu mengingatkanmu dan saling menasihati dijalan Allah..

* Yang berani menegurmu jika engkau salah..

* Yang berani mengajakmu untuk menuntut ilmu agama..

* Yang berani 'nge-tag' berisi postingan-posti
ngan yang bermanfaat bagi agamamu..

* Bahkan yang berani share tentang peringatan-peringatan yang berisi kebaikan untuk mengajakmu kembali kejalanNya..

* Dan yang tidak bosan menegurmu agar senantiasa memperbaiki diri agar lebih baik..
Persahabatan yang sedikit tetapi peduli akan akhiratmu itu amat jauh lebih baik dibandingkan persahabatan yang banyak jumlahnya tetapi tidak ada yang mempedulikan akhiratmu.

Imam Syafi'i berkata :
“Jika engkau punya teman (yang selalu membantumu dalam ketaatan kepada Allah) maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari 'teman baik' itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.”

Ingatlah saudaraku, Biasakanlah mengikuti hal yang benar (dalam mensikapi), bukan membenarkan apa yang biasa dilakukan.
Ana uhibbukum fillah ( Saya mencintai kalian karena Allah )

Salam berbagi untuk Kèbàikan .

Jumat, 18 November 2016

Renungan Hari Jumat

Renungan Hari Jum'at Barokah Tentang Kematian Yang Sangat Menggetarkan Jiwa dan yang bisa menolong hanya "SEDEKAH"*_

Setiap yang berjiwa pasti mati, hanya soal waktu saja, dan kematian akan tiba. Coba kita bayangkan, betapa hebatnya goncangan *"Sakaratul-Maut”* itu, jika rambut dan kuku saja dicabut terasa sakit.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa saat itu kita bisa melihat siapa saja yang menangisi kita, kita bisa melihat sahabat yang datang mentakziahi (berkunjung) pada kita. Tapi kita tidak bisa berdaya, tidak bisa bicara, dan tidak bisa bergerak.

Rasulullah Saw menjelaskan bahwasanya tidak ada yang mendengarnya kecuali malaikat dan hewan-hewan, manusia dan jin tidak bisa mendengarnya.

Rasulullah Saw memberitahu kepada diri kita, kalau yang dibawa itu adalah mayit sholeh, maka mayit sholeh itu berkata : “Ya Allah Swt Percepatlah aku kerumahku..”, dia sudah melihat syurga, karena kesholehannya selama di dunia ini.

Tapi sebaliknya ketika mayit itu adalah mayit yang banyak berbuat dosa, Maka mayit itu berkata : “tolong berhenti, mau dibawa kemana aku berhenti…”, meskipun tidak ada yang mendengarnya, dia terus dibawa hingga kedalam kubur, dia berteriak seperti itu karena dia sudah melihat betapa dirinya telah berlumuran dosa-dosa dan nerakalah tempatnya. Naudzubillah

_*SELAMAT KAN DIRI KITA DARI SIKSA KUBUR DENGAN TOLAK BALA "SEDEKAH" DI HARI JUM'AT BAROKAH*_